Selasa, 26 September 2017

Kamis, 09 Juni 2016

Ridwan Kamil, Superhero Bandung yang Menggebrak Dunia

Nyaris tiga tahun belakangan, mata masyarakat seakan dibuat terkesima melihat kehadiran seorang tokoh arsitek inspiratif yang begitu muncul langsung meledakkan karya-karya dahsyatnya. Pria yang akrab dipanggil Kang Emil dan lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Dan kini, Ridwan Kamil yang menjabat Walikota Bandung selama periode 2013 hingga 2018 mendatang telah sukses menjadi “The Caretaker of Bandung”.

Dengan latar belakang profesi arsitek, dosen, dan aktivis sosial, pria lulusan S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Master of Urban Design University of California, Berkeley, ini mengawali kariernya sebagai arsitek di berbagai firma di Negeri Paman Sam selepas lulus S2 yang diraihnya dengan beasiswa. Selain menjabat walikota, ia juga aktif sebagai prinsipal di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain, juga menjadi penggagas dan Direktur dari Bandung Creative City Forum.

Begitu besarnya nama Ridwan Kamil tentu saja tak terlepas dari segudang prestasi dan karyanya yang bahkan dikenal sampai ranah internasional. Kedudukannya kini sebagai Walikota Bandung, membuat perubahan revolusioner yang menohok mata masyarakat, khususnya dalam pengembangan kualitas kota secara mental dan fisik.

Membangun kota Bandung menjadi kota yang Smart, Livable, dan Sustainable, adalah cita-cita luhurnya yang tak sebatas wacana, namun benar-benar direalisasikan dengan berbagai upaya dan pergerakan yang nyata. Kesigapannya bahkan terlihat dalam caranya memberikan pernyataan sekaligus respon melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Berbagai keluhan masyarakat kota Bandung kerap menjadi traffic yang cukup padat di seluruh akun media sosialnya, tak hanya ditanggapi dengan profesional dan penuh dedikasi, timnya bahkan langsung diinstruksikan untuk langsung turun ke TKP sebagai upaya penanganan.

Pun, pembangunan-pembangunan yang dilakukan di Kota Bandung di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil merupakan sebuah prestasi tak ternilai yang semakin jauh mengangkat Kota Bandung sebagai kota urban kreatif yang bahagia.
Beberapa rekam jejak hebat dari sang arsitek inspirator, Ridwan Kamil adalah seperti Taman Bermain Bandung, Komunitas Bandung Berkebun, Deklarasi Babakan Siliwangi sebagai Hutan Kota Dunia PBB, Masjid Merapi, Rumah Gempa Padang, Lampu Botol(Walking Brain), Bottle House, Museum Tsunami Aceh, Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Essence Apartment, Kirana Two, Senayan Aquatic Stadium, hingga Masjid Al-Azhar di Summareconm Bekasi.

Begitu dicintainya Ridwan Kamil oleh warga kota Bandung, karena ia seperti memberikan angin segar di tengah panasnya perkembangan dan perubahan di era modern. Angin segar yang tak hanya sekadar angin, namun angin yang mampu menuai bibit-bibit unggul sehingga tumbuh menjadi pohon subur seiring berjalannya waktu. Yes, he is a architec and a real superhero!
Sumber:Grya 

Jumat, 01 Mei 2015

High Spec ACP Composite

Spesifikasi ACP Andalan 
Jenis : PVDF
Ketebalan Panel : 4mm
Ketebalan Aluminium : 0,5mm
Warna / Design : Standard
Harga Per m2 : Rp.775.000,-
Waste per m2: Rp. 250.000,-
Ingin menampilkan brand sendiri pada sticker / protek ACP? Jawabannya Pasti "Bisa", dengan Minimum quantity 1800m2 .





Minggu, 02 November 2014

Alustar ACP Made in Korea

The company has introduced complete sets of production equipment with international advanced level. Adopting advanced production technology, it has produced "ALUSTAR" aluminium plastics panel. Detected through national building material inspection center, Various kinds of performance index of "Alustar" aluminium plastics panel has reached USA ASTM Standard, having passed ISO9001 standard quality system authentication, won "recommended product for engineering construstion" by Korea Architecture Association. As an enterprise worth trust in quality of plastics panel, the company has participated in draft and assigned work for national standard of aluminium plastics panel. At present, "ALUSTAR" aluminium plastics panel has entered in a large scale every large city and tens of millions of families of common people, and entering in succesion international market.

The colors are classified by actual PVDF Kynar 500 finishes & Polyester finishes. The same coated color might be slightly different from each production batch. To ensure color consistency, the total requirement for a project is advised to be placed in one order. Its also recommended to install the panels in the same direction as marked arrow on the protective peel-off-film to avoid possible reflection differences. Custom colors are also available upon request for solid colors, Metallic colors & special finishes such as mirror, brush finishes etc subject to the respective minimum quantity.

ALUSTAR Aluminium Composite Panels are manufactured in South Korea since 1995 which has been used in various countries such as Indonesia, USA, Australia, Singapore, Malaysia, Saudi Arabia, South Africa, Russia.
ALUSTAR ACP has the letter test trials from several countries of Malaysia, Singapore, America, England, and Russia.

Gas station / filling station SPBE Pertamina, Jasamarga, suzuki, hotel dewarna, yamaha dealers,. BRI East Java, Metro TV, Siantar Top Warehouse Tiara Jaboon, Kodak, Container Terminal, Alfa midi, Unesa, UNJ, Rock Hotel Surabaya are already using ALUSTAR. 

Sabtu, 18 Oktober 2014

Sekilas Kota Tanjungpinang



Sejarah
Tanjungpinang adalah sebuah kota di ujung selatan Pulau Bintan,dan berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan kapal laut dari singapura dan 3 jam dari Johor-Malaysia.Kota yang sarat akan sejarah, budaya dan adat istiadat Melayu. Kondisi Geografisnya yang terdiri dari beberapa pulau merupakan keistimewaan tersendiri bagi Kota Tanjungpinang. Salah satu pulau yang sarat dengan sejarah adalah Pulau Penyengat, Pulau ini tidak terlalu besar, hanya 3.5 Km 2 akan tetapi di Pulau ini terdapat banyak peninggalan berupa potensi cagar budaya dengan wujud bangunan-bangunan arsitektural, makam, dan Situs. Disisi lain Pulau Penyengat adalah tempat kelahiran Pahlawan Nasional Bahasa Raja Ali Haji yang terkenal dengan Gurindam 12-nya ini terletak pada lokasi yang sangat startegis yaitu berada di sebelah barat Kota Tanjungpinang dan untuk kesana dapat dilewati dengan jalur transportasi laut tak lebih dari 15 menit.

Dahulu Pulau yang berhadapan dengan Kuala Sungai Riau ini selalu menjadi tempat pemberhentian para pelaut yang lewat di kawasan ini terutama untuk mengambil air tawar. Konon suatu ketika para pelaut yang sedang mengambil air tawar tersebut diserang oleh sejenis lebah yang disebut Penyengat. Akibat serangan lebah tersebut, jatuh korban jiwa dari pelaut. Sejak saat itulah pulau ini dinamakan Penyengat Indera Sakti dan selanjutnya lebih dikenal dengan Pulau Penyengat sampai sekarang. Karena letaknya yang cukup strategis bagi pertahanan, Pulau Penyengat dijadikan Pusat Kubu pertahanan Kerjaan Riau oleh Raja Haji yang Dipertuan Muda Riau IV (termasyhur dengan gelar Raja Haji Syahid Fisabilillah/Marhum Teluk Ketapang) ketika melawan Belanda pada tahun 1782-1784.

Pada tahun 1803 Pulau Penyengat yang telah di bina dari dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri dengan segala fasilitas yang memadai, dijadikan mahar dari Baginda Raja Sultan Mahmud kepada Raja Hamidah atau Engku Puteri, anak seorang yang dipertuan Riau yang terkemuka yaitu Raja Haji Fisabilillah atau Marhum Teluk Ketapang. Selanjutnya pulau Penyengat menjadi tempat kediaman resmi Para Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau Lingga, sementara Sultan (Yang Dipertuan Besar) berkedudukan di Daik-Lingga.

Motto Kota Tanjungpinang 
JUJUR BERTUTUR BIJAK BERTINDAK” yang tertulis pada pita berwarna coklat mengandung makna amanah dan bijaksana dalam menyelenggarakan pemerintah dan sebagai pelayan masyarakat dapat memberikan kekekalan dan keabadian yang nyata bagi masyarakat Kota Tanjungpinang. sumber:kemendagri

Sabtu, 04 Oktober 2014

Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Segenap keluarga besar Signboard Advertising Bandung ( SAB Group ) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H . 

"Maka tatkala anak itu ( Nabi Ismail A.S) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalm mimpi bahwa aku menyembelihmu", maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlan apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (QS-As Saffat 102)

Semoga kita dapat mencontoh pengorbanan yang sempurna seperti Nabi Ibrahim A.S. demi mengharapkan keridhoan Allah SWT, diberi ketaatan & kesabaran seperti Nabi Ismail A.S, diberi keikhlasan seperti Siti  Hajarserta diberi keridhoan dari junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W 



Wassalamu'alaikum Wr. Wb