| Aplikator ACP 0877-1449-7508 |
Jalan Cikutra Barat - Bandung Phone : 0877-1449-7508 Menerima pengerjaan pemasangan ACP Seven
Senin, 21 Agustus 2017
Kamis, 09 Juni 2016
Ridwan Kamil, Superhero Bandung yang Menggebrak Dunia
Nyaris tiga tahun belakangan, mata masyarakat seakan
dibuat terkesima melihat kehadiran seorang tokoh arsitek inspiratif yang
begitu muncul langsung meledakkan karya-karya dahsyatnya. Pria yang
akrab dipanggil Kang Emil dan lahir di Bandung, 4 Oktober 1971.
Dan kini, Ridwan Kamil yang menjabat Walikota Bandung selama periode
2013 hingga 2018 mendatang telah sukses menjadi “The Caretaker of Bandung”.
Dengan latar belakang profesi arsitek, dosen, dan aktivis sosial, pria lulusan S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Master of Urban Design University of California, Berkeley, ini mengawali kariernya sebagai arsitek di berbagai firma di Negeri Paman Sam selepas lulus S2 yang diraihnya dengan beasiswa. Selain menjabat walikota, ia juga aktif sebagai prinsipal di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain, juga menjadi penggagas dan Direktur dari Bandung Creative City Forum.
Begitu besarnya nama Ridwan Kamil tentu saja tak terlepas dari segudang prestasi dan karyanya yang bahkan dikenal sampai ranah internasional. Kedudukannya kini sebagai Walikota Bandung, membuat perubahan revolusioner yang menohok mata masyarakat, khususnya dalam pengembangan kualitas kota secara mental dan fisik.
Membangun kota Bandung menjadi kota yang Smart, Livable, dan Sustainable, adalah cita-cita luhurnya yang tak sebatas wacana, namun benar-benar direalisasikan dengan berbagai upaya dan pergerakan yang nyata. Kesigapannya bahkan terlihat dalam caranya memberikan pernyataan sekaligus respon melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Berbagai keluhan masyarakat kota Bandung kerap menjadi traffic yang cukup padat di seluruh akun media sosialnya, tak hanya ditanggapi dengan profesional dan penuh dedikasi, timnya bahkan langsung diinstruksikan untuk langsung turun ke TKP sebagai upaya penanganan.
Pun, pembangunan-pembangunan yang dilakukan di Kota Bandung di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil merupakan sebuah prestasi tak ternilai yang semakin jauh mengangkat Kota Bandung sebagai kota urban kreatif yang bahagia.
Beberapa rekam jejak hebat dari sang arsitek inspirator, Ridwan Kamil adalah seperti Taman Bermain Bandung, Komunitas Bandung Berkebun, Deklarasi Babakan Siliwangi sebagai Hutan Kota Dunia PBB, Masjid Merapi, Rumah Gempa Padang, Lampu Botol(Walking Brain), Bottle House, Museum Tsunami Aceh, Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Essence Apartment, Kirana Two, Senayan Aquatic Stadium, hingga Masjid Al-Azhar di Summareconm Bekasi.
Begitu dicintainya Ridwan Kamil oleh warga kota Bandung, karena ia seperti memberikan angin segar di tengah panasnya perkembangan dan perubahan di era modern. Angin segar yang tak hanya sekadar angin, namun angin yang mampu menuai bibit-bibit unggul sehingga tumbuh menjadi pohon subur seiring berjalannya waktu. Yes, he is a architec and a real superhero!
Sumber:Grya
Dengan latar belakang profesi arsitek, dosen, dan aktivis sosial, pria lulusan S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Master of Urban Design University of California, Berkeley, ini mengawali kariernya sebagai arsitek di berbagai firma di Negeri Paman Sam selepas lulus S2 yang diraihnya dengan beasiswa. Selain menjabat walikota, ia juga aktif sebagai prinsipal di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain, juga menjadi penggagas dan Direktur dari Bandung Creative City Forum.
Begitu besarnya nama Ridwan Kamil tentu saja tak terlepas dari segudang prestasi dan karyanya yang bahkan dikenal sampai ranah internasional. Kedudukannya kini sebagai Walikota Bandung, membuat perubahan revolusioner yang menohok mata masyarakat, khususnya dalam pengembangan kualitas kota secara mental dan fisik.
Membangun kota Bandung menjadi kota yang Smart, Livable, dan Sustainable, adalah cita-cita luhurnya yang tak sebatas wacana, namun benar-benar direalisasikan dengan berbagai upaya dan pergerakan yang nyata. Kesigapannya bahkan terlihat dalam caranya memberikan pernyataan sekaligus respon melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Berbagai keluhan masyarakat kota Bandung kerap menjadi traffic yang cukup padat di seluruh akun media sosialnya, tak hanya ditanggapi dengan profesional dan penuh dedikasi, timnya bahkan langsung diinstruksikan untuk langsung turun ke TKP sebagai upaya penanganan.
Pun, pembangunan-pembangunan yang dilakukan di Kota Bandung di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil merupakan sebuah prestasi tak ternilai yang semakin jauh mengangkat Kota Bandung sebagai kota urban kreatif yang bahagia.
Beberapa rekam jejak hebat dari sang arsitek inspirator, Ridwan Kamil adalah seperti Taman Bermain Bandung, Komunitas Bandung Berkebun, Deklarasi Babakan Siliwangi sebagai Hutan Kota Dunia PBB, Masjid Merapi, Rumah Gempa Padang, Lampu Botol(Walking Brain), Bottle House, Museum Tsunami Aceh, Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Essence Apartment, Kirana Two, Senayan Aquatic Stadium, hingga Masjid Al-Azhar di Summareconm Bekasi.
Begitu dicintainya Ridwan Kamil oleh warga kota Bandung, karena ia seperti memberikan angin segar di tengah panasnya perkembangan dan perubahan di era modern. Angin segar yang tak hanya sekadar angin, namun angin yang mampu menuai bibit-bibit unggul sehingga tumbuh menjadi pohon subur seiring berjalannya waktu. Yes, he is a architec and a real superhero!
Sumber:Grya
Jumat, 01 Mei 2015
High Spec ACP Composite
Spesifikasi ACP Andalan
Jenis : PVDF
Ketebalan Panel : 4mm
Ketebalan Aluminium : 0,5mm
Warna / Design : Standard
Harga Per m2 : Rp.775.000,-
Waste per m2: Rp. 250.000,-
Ingin menampilkan brand sendiri pada sticker / protek ACP? Jawabannya Pasti "Bisa", dengan Minimum quantity 1800m2 .
Jenis : PVDF
Ketebalan Panel : 4mm
Ketebalan Aluminium : 0,5mm
Warna / Design : Standard
Harga Per m2 : Rp.775.000,-
Waste per m2: Rp. 250.000,-
Ingin menampilkan brand sendiri pada sticker / protek ACP? Jawabannya Pasti "Bisa", dengan Minimum quantity 1800m2 .
Minggu, 02 November 2014
Alustar ACP Made in Korea
The company has introduced complete sets of production equipment
with international advanced level. Adopting advanced production technology, it
has produced "ALUSTAR" aluminium plastics panel. Detected through
national building material inspection center, Various kinds of performance
index of "Alustar" aluminium plastics panel has reached USA ASTM
Standard, having passed ISO9001 standard quality system authentication, won
"recommended product for engineering construstion" by Korea Architecture
Association. As an enterprise worth trust in quality of plastics panel, the
company has participated in draft and assigned work for national standard of
aluminium plastics panel. At present, "ALUSTAR" aluminium plastics
panel has entered in a large scale every large city and tens of millions of
families of common people, and entering in succesion international market.
The colors are classified by actual PVDF Kynar 500 finishes &
Polyester finishes. The same coated color might be slightly different from each
production batch. To ensure color consistency, the total requirement for a
project is advised to be placed in one order. Its also recommended to install
the panels in the same direction as marked arrow on the protective
peel-off-film to avoid possible reflection differences. Custom colors are also
available upon request for solid colors, Metallic colors & special finishes
such as mirror, brush finishes etc subject to the respective minimum quantity.
ALUSTAR Aluminium Composite Panels are manufactured in South Korea
since 1995 which has been used in various countries such as Indonesia, USA,
Australia, Singapore, Malaysia, Saudi Arabia, South Africa, Russia.
ALUSTAR ACP has the letter test trials from several countries of
Malaysia, Singapore, America, England, and Russia.
Gas station / filling station SPBE Pertamina, Jasamarga, suzuki,
hotel dewarna, yamaha dealers,. BRI East Java, Metro TV, Siantar Top Warehouse
Tiara Jaboon, Kodak, Container Terminal, Alfa midi, Unesa, UNJ, Rock Hotel
Surabaya are already using ALUSTAR.
Sabtu, 18 Oktober 2014
Sekilas Kota Tanjungpinang
Sejarah
Tanjungpinang adalah sebuah kota di ujung selatan
Pulau Bintan,dan berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan kapal laut dari singapura
dan 3 jam dari Johor-Malaysia.Kota yang sarat akan sejarah, budaya dan adat
istiadat Melayu. Kondisi Geografisnya yang terdiri dari beberapa pulau
merupakan keistimewaan tersendiri bagi Kota Tanjungpinang. Salah satu pulau
yang sarat dengan sejarah adalah Pulau Penyengat, Pulau ini tidak terlalu
besar, hanya 3.5 Km 2 akan tetapi di Pulau ini terdapat banyak peninggalan
berupa potensi cagar budaya dengan wujud bangunan-bangunan arsitektural, makam,
dan Situs. Disisi lain Pulau Penyengat adalah tempat kelahiran Pahlawan
Nasional Bahasa Raja Ali Haji yang terkenal dengan Gurindam 12-nya
ini terletak pada lokasi yang sangat startegis yaitu berada di sebelah barat
Kota Tanjungpinang dan untuk kesana dapat dilewati dengan jalur transportasi
laut tak lebih dari 15 menit.
Dahulu Pulau yang berhadapan dengan Kuala Sungai Riau ini selalu menjadi tempat pemberhentian para pelaut yang lewat di kawasan ini terutama untuk mengambil air tawar. Konon suatu ketika para pelaut yang sedang mengambil air tawar tersebut diserang oleh sejenis lebah yang disebut Penyengat. Akibat serangan lebah tersebut, jatuh korban jiwa dari pelaut. Sejak saat itulah pulau ini dinamakan Penyengat Indera Sakti dan selanjutnya lebih dikenal dengan Pulau Penyengat sampai sekarang. Karena letaknya yang cukup strategis bagi pertahanan, Pulau Penyengat dijadikan Pusat Kubu pertahanan Kerjaan Riau oleh Raja Haji yang Dipertuan Muda Riau IV (termasyhur dengan gelar Raja Haji Syahid Fisabilillah/Marhum Teluk Ketapang) ketika melawan Belanda pada tahun 1782-1784.
Pada tahun 1803 Pulau Penyengat yang telah di bina dari dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri dengan segala fasilitas yang memadai, dijadikan mahar dari Baginda Raja Sultan Mahmud kepada Raja Hamidah atau Engku Puteri, anak seorang yang dipertuan Riau yang terkemuka yaitu Raja Haji Fisabilillah atau Marhum Teluk Ketapang. Selanjutnya pulau Penyengat menjadi tempat kediaman resmi Para Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau Lingga, sementara Sultan (Yang Dipertuan Besar) berkedudukan di Daik-Lingga.
Dahulu Pulau yang berhadapan dengan Kuala Sungai Riau ini selalu menjadi tempat pemberhentian para pelaut yang lewat di kawasan ini terutama untuk mengambil air tawar. Konon suatu ketika para pelaut yang sedang mengambil air tawar tersebut diserang oleh sejenis lebah yang disebut Penyengat. Akibat serangan lebah tersebut, jatuh korban jiwa dari pelaut. Sejak saat itulah pulau ini dinamakan Penyengat Indera Sakti dan selanjutnya lebih dikenal dengan Pulau Penyengat sampai sekarang. Karena letaknya yang cukup strategis bagi pertahanan, Pulau Penyengat dijadikan Pusat Kubu pertahanan Kerjaan Riau oleh Raja Haji yang Dipertuan Muda Riau IV (termasyhur dengan gelar Raja Haji Syahid Fisabilillah/Marhum Teluk Ketapang) ketika melawan Belanda pada tahun 1782-1784.
Pada tahun 1803 Pulau Penyengat yang telah di bina dari dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri dengan segala fasilitas yang memadai, dijadikan mahar dari Baginda Raja Sultan Mahmud kepada Raja Hamidah atau Engku Puteri, anak seorang yang dipertuan Riau yang terkemuka yaitu Raja Haji Fisabilillah atau Marhum Teluk Ketapang. Selanjutnya pulau Penyengat menjadi tempat kediaman resmi Para Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau Lingga, sementara Sultan (Yang Dipertuan Besar) berkedudukan di Daik-Lingga.
Motto Kota Tanjungpinang
“JUJUR BERTUTUR BIJAK BERTINDAK”
yang tertulis pada pita berwarna coklat mengandung makna amanah dan bijaksana
dalam menyelenggarakan pemerintah dan sebagai pelayan masyarakat dapat
memberikan kekekalan dan keabadian yang nyata bagi masyarakat Kota
Tanjungpinang. sumber:kemendagri
Sabtu, 04 Oktober 2014
Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Segenap keluarga besar Signboard Advertising Bandung ( SAB Group )
mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H .
"Maka tatkala anak itu ( Nabi Ismail A.S) sampai (pada umur
sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya
aku melihat dalm mimpi bahwa aku menyembelihmu", maka fikirkanlah apa
pendapatmu? Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlan apa yang diperintahkan
kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar
(QS-As Saffat 102)
Semoga kita dapat mencontoh pengorbanan yang sempurna seperti Nabi
Ibrahim A.S. demi mengharapkan keridhoan Allah SWT, diberi ketaatan &
kesabaran seperti Nabi Ismail A.S, diberi keikhlasan seperti Siti
Hajarserta diberi keridhoan dari junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Jumat, 19 September 2014
Indonesia Kekurangan Pasokan Aluminium
JAKARTA - Indonesia masih kekurangan pasokan aluminium
mencapai lebih dari 500 ribu ton per tahun. Dari total kebutuhan aluminium
untuk industri domestik yang mencapai 600-800 ribu ton per tahun, jumlah yang
bisa dipenuhi dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) hanya sekitar 104
ribu ton per tahun.
"Dari produksi 260 ribu ton aluminium ingot per tahun yang diproduksi Inalum, hanya 40% yang dijual ke pasar dalam negeri. Aluminium ingot adalah produk turunan dari aluminium berbentuk batangan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana di Jakarta.
Dia mengakui, kapasitas produksi Inalum saat ini memang belum mencukupi kebutuhan aluminium ingot di dalam negeri. Oleh karena itu, Indonesia masih menggantungkan kekurangan pasokan aluminium dari impor.
Agus mengungkapkan, selain kapasitas produksi Inalum yang belum mencukupi kebutuhan nasional, penjualan hasil produksinya juga harus dilakukan berdasarkan hasil master agreement antara pemerintah Indonesia dengan konsorsium Jepang. Dalam kesepakatan tersebut, sebanyak 60% dari produksi Inalum diekspor ke Jepang dan sisanya untuk dipasarkan ke dalam negeri.
Oleh karena itu, menjelang berakhirnya kerja sama dengan konsorsium Jepang pada Oktober tahun depan, kepemilikan 100% saham Inalum oleh pemerintah menjadi sangat krusial. Dengan menguasai Inalum secara penuh, pemerintah bisa memutuskan strategi bisnis perusahaan di Sumatera Utara tersebut, termasuk untuk memprioritaskan kebutuhan aluminium ke pasar dalam negeri.
"Kepemilikan penuh Inalum membuat pemerintah bisa menentukan strategi ekspansi perusahaan," ujar dia seperti dilansir Antara.
Menurut Agus, salah satu rencana ekspansi Inalum untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, adalah dengan menambah kapasitas produksi menjadi 410.000 ton per tahun. Ekspansi tersebut membutuhkan dana sekitar US$ 1,5 miliar. Saat ini, Inalum telah memasok kebutuhan aluminium kepada 80 perusahaan lokal di Jawa.
Rencana Inalum
Akhir pekan lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa telah menegaskan, pemerintah memastikan untuk mengambil alih perusahaan tambang aluminium Inalum, yang mayoritas sahamnya saat ini dimiliki oleh perusahaan Jepang. Setelah diambil alih pada 2013, Inalum akan investasi sekitar Rp 12 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dan siap go public.
Keputusan pengambilalihan perusahaan yang berlokasi di Asahan, Sumatera Utara, merupakan salah satu hasil kesimpulan dalam rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait, dengan mempertimbangkan kontrak karya dan kepentingan nasional. Pengambilalihan ini tidak melibatkan BUMN.
Rapat juga menyimpulkan perlunya dilakukan audit terhadap sisa aset untuk menentukan nilai pembeliannya. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 7 triliun untuk akuisisi ini. "Per 2013, semua saham Inalum harus kembali ke Indonesia 100%. Nilai Rp 7 triliun itu baru perkiraan appraisal, tapi perlu diaudit lagi," ujar Hatta di Jakarta. Sumber:kemenperin
"Dari produksi 260 ribu ton aluminium ingot per tahun yang diproduksi Inalum, hanya 40% yang dijual ke pasar dalam negeri. Aluminium ingot adalah produk turunan dari aluminium berbentuk batangan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana di Jakarta.
Dia mengakui, kapasitas produksi Inalum saat ini memang belum mencukupi kebutuhan aluminium ingot di dalam negeri. Oleh karena itu, Indonesia masih menggantungkan kekurangan pasokan aluminium dari impor.
Agus mengungkapkan, selain kapasitas produksi Inalum yang belum mencukupi kebutuhan nasional, penjualan hasil produksinya juga harus dilakukan berdasarkan hasil master agreement antara pemerintah Indonesia dengan konsorsium Jepang. Dalam kesepakatan tersebut, sebanyak 60% dari produksi Inalum diekspor ke Jepang dan sisanya untuk dipasarkan ke dalam negeri.
Oleh karena itu, menjelang berakhirnya kerja sama dengan konsorsium Jepang pada Oktober tahun depan, kepemilikan 100% saham Inalum oleh pemerintah menjadi sangat krusial. Dengan menguasai Inalum secara penuh, pemerintah bisa memutuskan strategi bisnis perusahaan di Sumatera Utara tersebut, termasuk untuk memprioritaskan kebutuhan aluminium ke pasar dalam negeri.
"Kepemilikan penuh Inalum membuat pemerintah bisa menentukan strategi ekspansi perusahaan," ujar dia seperti dilansir Antara.
Menurut Agus, salah satu rencana ekspansi Inalum untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, adalah dengan menambah kapasitas produksi menjadi 410.000 ton per tahun. Ekspansi tersebut membutuhkan dana sekitar US$ 1,5 miliar. Saat ini, Inalum telah memasok kebutuhan aluminium kepada 80 perusahaan lokal di Jawa.
Rencana Inalum
Akhir pekan lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa telah menegaskan, pemerintah memastikan untuk mengambil alih perusahaan tambang aluminium Inalum, yang mayoritas sahamnya saat ini dimiliki oleh perusahaan Jepang. Setelah diambil alih pada 2013, Inalum akan investasi sekitar Rp 12 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dan siap go public.
Keputusan pengambilalihan perusahaan yang berlokasi di Asahan, Sumatera Utara, merupakan salah satu hasil kesimpulan dalam rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait, dengan mempertimbangkan kontrak karya dan kepentingan nasional. Pengambilalihan ini tidak melibatkan BUMN.
Rapat juga menyimpulkan perlunya dilakukan audit terhadap sisa aset untuk menentukan nilai pembeliannya. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 7 triliun untuk akuisisi ini. "Per 2013, semua saham Inalum harus kembali ke Indonesia 100%. Nilai Rp 7 triliun itu baru perkiraan appraisal, tapi perlu diaudit lagi," ujar Hatta di Jakarta. Sumber:kemenperin
Langganan:
Postingan (Atom)
